KOWANI Luncurkan Program Strategis “Goes to UNESCO Memory of the World”, Dorong Pengakuan Global Sejarah Perempuan Indonesia

0
IMG-20260331-WA0142-1024x576

NARAFOKUS.COM, JAKARTA, 31 Maret 2026 — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) resmi menginisiasi langkah strategis nasional bertajuk KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World sebagai upaya mengangkat dan mengukuhkan sejarah perjuangan perempuan Indonesia ke panggung pengakuan internasional.

Program ini dijalankan secara terintegrasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berperan dalam penguatan kajian ilmiah dan akademik, serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai otoritas resmi dalam proses penetapan Memori Kolektif Bangsa.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendokumentasikan secara sistematis sejarah gerakan perempuan Indonesia, menetapkannya sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI, dan selanjutnya diajukan ke dalam skema UNESCO Memory of the World. Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan kontribusi perempuan Indonesia dalam perjalanan bangsa sekaligus peradaban global.

Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan gerakan besar yang membawa nilai strategis kebangsaan.

“Sejarah perjuangan perempuan Indonesia yang dimulai sejak Kongres Perempoean Indonesia pada 22 Desember 1928 merupakan bagian penting dari sejarah dunia. Ini adalah langkah peradaban, bukan hanya program kelembagaan,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan perempuan Indonesia memiliki karakter unik yang tumbuh dalam keberagaman latar belakang agama, budaya, etnis, dan sosial. Sejak sebelum kemerdekaan, perempuan Indonesia telah memainkan peran signifikan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, hingga pembangunan bangsa.

Namun demikian, kontribusi tersebut dinilai belum terdokumentasi secara komprehensif, belum tervalidasi secara ilmiah, dan belum mendapatkan pengakuan luas dalam narasi sejarah global. Karena itu, kolaborasi lintas lembaga ini menjadi penting untuk memastikan kekuatan data, validitas ilmiah, dan legitimasi arsip.

Dalam implementasinya, KOWANI bersama BRIN dan ANRI akan melakukan serangkaian tahapan strategis, meliputi pengumpulan arsip, kurasi data, digitalisasi dokumen, serta penyusunan dossier berbasis bukti yang sesuai dengan standar internasional UNESCO.

Adapun roadmap nasional yang telah ditetapkan meliputi:

  • Tahun 2026: Penetapan sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui ANRI
  • Tahun 2027: Pengajuan resmi ke UNESCO Memory of the World
  • Tahun 2028: Target pengakuan internasional bertepatan dengan 100 tahun KOWANI

KOWANI juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari organisasi perempuan, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, generasi muda, hingga media massa untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga dan mendokumentasikan sejarah perempuan Indonesia.

“Perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi penentu arah peradaban. Melalui langkah ini, Indonesia hadir sebagai kekuatan peradaban dunia,” tutup Nannie.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, sekaligus memastikan bahwa warisan perjuangan perempuan Indonesia tercatat dan diakui sebagai bagian dari memori kolektif dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *