Kritik Nasionalisme Melemah di HJB Bone ke-696, Andi Achmad Soroti KKN dan Budaya Pamrih di Tengah Ziarah Pahlawan

0
IMG-20260331-WA0034

NARAFOKUS.COM, JAKARTA – Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga ruang refleksi mendalam terhadap kondisi kebangsaan saat ini. Sejumlah agenda penting digelar, mulai dari ziarah ke makam pahlawan hingga kunjungan kehormatan yang sarat makna historis dan nasionalisme.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, melaksanakan ziarah ke makam Sultan Hasanuddin di kawasan Katangka, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh besar Nusantara yang dikenal gigih melawan penjajahan dan mempertahankan kedaulatan.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 31 Maret 2026. Ziarah tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda Bone, para kepala organisasi perangkat daerah, tokoh adat, serta pejabat struktural lainnya. Prosesi berlangsung khidmat, mencerminkan penghormatan mendalam terhadap jasa para pahlawan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Akmal menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam mendorong kemajuan Bone, termasuk rencana pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara yang diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, di tengah suasana penghormatan tersebut, muncul pandangan kritis dari Andi Achmad yang menyoroti kondisi nasionalisme saat ini. Menurutnya, semangat kebangsaan di tengah masyarakat mulai mengalami pendangkalan dan kehilangan makna substantif.

Ia menilai bahwa peringatan seperti ini seharusnya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai pengorbanan tanpa pamrih yang dulu menjadi fondasi perjuangan para pahlawan. “Hari ini kita melihat kecenderungan berbeda, di mana banyak tindakan didorong oleh kepentingan pribadi. Ini berbahaya bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Achmad juga menyinggung fenomena yang menurutnya mengkhawatirkan, yakni masih maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan belum kuatnya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika nilai kejujuran dan pengabdian tidak dijaga, maka kedaulatan bangsa bisa terancam. Kita harus jujur melihat kondisi ini dan menjadikannya bahan introspeksi bersama,” tegasnya.

Ia berharap media dan masyarakat dapat terus mengangkat nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai pengingat kolektif, sekaligus menjadi pemicu kebangkitan nasionalisme yang lebih kuat, khususnya di kalangan generasi muda.

Peringatan HJB ke-696 ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi titik balik dalam memperkuat identitas kebangsaan serta komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang berintegritas, berdaulat, dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *