Rusunami Manggarai KAI Segera Dibangun, 8 Tower Disiapkan untuk MBR

0
IMG-20260821-WA0082

NARAFOKUS.COM, JAKARTA — Rencana pembangunan rumah susun milik (rusunami) di kawasan Manggarai, Jakarta, memasuki tahap penting. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan melakukan groundbreaking pada Jumat (21/8/2026) untuk proyek hunian vertikal yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

KAI mengalokasikan lahan sekitar 2,2 hektare untuk proyek tersebut. Di atas lahan itu akan dibangun delapan tower rusunami yang menyediakan beberapa pilihan ukuran unit, yakni 28 meter persegi, 36 meter persegi, 45 meter persegi dan 52 meter persegi.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa persiapan proyek telah berjalan sebelum pelaksanaan groundbreaking. Perusahaan juga telah melakukan pematangan lahan dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan awal.

“Total kita nanti akan punya 2,2 hektare. 2,2 hektare itu nanti delapan tower. Delapan tower semuanya MBR,” kata Bobby saat meninjau kesiapan proyek di Manggarai, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Setelah seremoni groundbreaking, KAI menargetkan pembangunan langsung masuk ke tahap konstruksi. Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung selama sekitar 18 bulan.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan KAI dalam mengembangkan proyek hunian yang bukan hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga memanfaatkan lokasi yang memiliki kedekatan dengan infrastruktur transportasi publik.

Kawasan Manggarai sendiri merupakan salah satu titik penting dalam jaringan transportasi Jakarta. Pengembangan hunian vertikal di kawasan tersebut memiliki potensi mendukung konsep Transit Oriented Development atau TOD, yakni pengembangan kawasan yang menghubungkan tempat tinggal dengan fasilitas dan transportasi publik.

Untuk proses penjualan, KAI akan membuka Nomor Urut Pemesanan (NUP) secara resmi setelah groundbreaking. Sebelum tahap tersebut dibuka, perusahaan telah menerima sejumlah surat minat dari masyarakat yang menunjukkan adanya permintaan terhadap hunian di lokasi tersebut.

“Setelah nanti groundbreaking kami akan buka NUP. Kalau dari surat minat sudah banyak sebenarnya,” ujar Bobby.

Pembangunan rusunami Manggarai juga berlangsung di tengah upaya pemerintah memperbarui kebijakan mengenai hunian vertikal. Pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan rusun subsidi sekaligus membuat skema pengembangannya lebih sesuai dengan karakteristik rumah susun.

Kebijakan tersebut turut diarahkan untuk memperkuat pengembangan hunian berbasis TOD. Akses terhadap transportasi publik menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh tempat tinggal yang layak dengan biaya perjalanan yang lebih efisien.

Kehadiran rusunami Manggarai diharapkan dapat menjadi salah satu solusi penyediaan hunian di tengah tingginya kebutuhan tempat tinggal di kawasan perkotaan. Dengan lokasi yang terhubung dengan transportasi publik, proyek ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung penataan kawasan Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *