Momentum HUT KSPSI ke-53, Bekasi Dorong Kolaborasi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah

0
IMG-20260403-WA0090-1536x688

NARAFOKUS.COM, Bekasi – Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota dan Kabupaten Bekasi menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pekerja Indonesia 2026 serta kegiatan halal bihalal. Acara ini menjadi simbol kuat solidaritas pekerja di Bekasi yang terus terjaga.

Dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 220 ribu pekerja, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempertegas komitmen kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang lebih seimbang dan berkeadilan.

Ketua DPC KSPSI Kota Bekasi, Abdillah, menyampaikan bahwa peringatan ini memiliki makna penting sebagai refleksi perjalanan panjang perjuangan buruh. Ia menekankan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan langkah nyata dalam memperkuat komitmen peningkatan kesejahteraan pekerja.

“Ini adalah momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam menciptakan dunia industri yang lebih harmonis, produktif, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh pekerja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, KSPSI juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan kenaikan upah tahun 2026 di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi yang dikenal memiliki standar upah tinggi secara nasional. Organisasi ini mengajak seluruh perusahaan untuk menjalankan ketentuan tersebut secara konsisten, disertai peningkatan kinerja dan produktivitas.

Selain isu pengupahan, KSPSI turut menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi perhatian, khususnya terkait implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Sejumlah aspek dinilai perlu penyempurnaan agar lebih memberikan perlindungan optimal bagi pekerja.

Adapun isu yang menjadi perhatian mencakup mekanisme pemutusan hubungan kerja (PHK), sistem pesangon, pengupahan, praktik outsourcing, program magang, status hubungan kerja, hingga penggunaan tenaga kerja asing.

KSPSI menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak seluruh isi regulasi tersebut, namun mendorong adanya evaluasi terhadap beberapa klaster ketenagakerjaan agar lebih berkeadilan dan berpihak kepada pekerja.

Lebih lanjut, Abdillah berharap proses penyusunan kebijakan ke depan dapat melibatkan peran aktif serikat pekerja. Dengan pendekatan partisipatif, regulasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan semua pihak secara adil dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan tausiyah dan kegiatan kebersamaan yang mempererat hubungan antaranggota. Nilai persatuan, kerja keras, dan keikhlasan menjadi pesan utama dalam memperkuat semangat kolektif para pekerja.

Melalui peringatan ini, KSPSI Bekasi berharap tercipta iklim industri yang semakin kondusif, meningkatnya kesejahteraan tenaga kerja, serta tumbuhnya perusahaan yang kuat dan kompetitif di kawasan industri Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *