Andira Agro Catat Pertumbuhan Positif 2025, Siap Paparkan Strategi Bisnis dalam Public Expose 2026
NARAFOKUS.COM, JAKARTA – PT Andira Agro Tbk (ANDI) menunjukkan kinerja yang semakin solid di tengah dinamika industri kelapa sawit global. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 dan akan memaparkan strategi bisnis serta prospek ke depan dalam agenda Public Expose, di Meta Epsi Building, Jakarta Timur, Kamis (2/4)
Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen Perseroan, antara lain Direktur Utama Francis Indarto dan Direktur Kahar Anwar. Dalam presentasinya, Francis Indarto menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit nasional dan strategi yang ditempuh Perseroan untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi makro dan gejolak pasar global.
Dalam materi Public Expose yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Andira Agro menegaskan bahwa industri kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama devisa nasional. Sepanjang 2025, ekspor minyak sawit dan turunannya, termasuk CPO, oleokimia, dan biodiesel, mencatatkan kinerja impresif dengan volume lebih dari 25 juta ton atau meningkat 13,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai devisa yang dihasilkan mencapai USD 27,3 miliar, bahkan melonjak hingga 40 persen secara tahunan.
Selain pasar ekspor, konsumsi domestik juga mengalami peningkatan. Kebutuhan dalam negeri naik dari 17,6 juta ton menjadi 18,5 juta ton, didorong oleh sektor industri pangan, oleokimia, serta program energi berbasis biodiesel. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap minyak sawit tetap kuat, meskipun harga komoditas sempat mengalami fluktuasi akibat tekanan global.
Perseroan mengakui bahwa tantangan eksternal masih membayangi, mulai dari ketegangan geopolitik hingga volatilitas harga komoditas dunia. Konflik global seperti perang dagang Amerika Serikat–China serta konflik di berbagai kawasan turut memengaruhi stabilitas rantai pasok dan harga minyak sawit internasional.
Di sisi internal, Andira Agro juga menghadapi tekanan biaya operasional. Kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS), Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), dan Cangkang (Palm Shell) belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan margin keuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya pemeliharaan kebun, penggunaan bahan baku, serta kebutuhan perbaikan infrastruktur.
Curah hujan ekstrem yang terjadi sepanjang tahun turut berdampak pada kondisi jalan dan akses distribusi, sehingga meningkatkan biaya angkutan. Perseroan pun mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan investasi tambahan untuk perbaikan infrastruktur, rehabilitasi tanggul, serta intensifikasi perawatan tanaman guna menjaga keberlanjutan operasional.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Andira Agro tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif. Hingga 31 Desember 2025, penjualan bersih Perseroan tumbuh sebesar 25,26 persen, dari Rp196,74 miliar menjadi Rp246,43 miliar.
Efisiensi operasional yang dijalankan juga mulai menunjukkan hasil nyata. Kerugian bruto berhasil ditekan signifikan dari Rp11,96 miliar pada 2024 menjadi Rp3,55 miliar pada 2025. Sementara itu, rugi usaha mengalami perbaikan sebesar 20,70 persen, dari Rp34,70 miliar menjadi Rp27,52 miliar.
Direksi Andira Agro menyampaikan bahwa langkah efisiensi dan penguatan fundamental bisnis akan terus menjadi fokus utama Perseroan. Melalui Public Expose 2026, manajemen akan memaparkan strategi jangka panjang, termasuk optimalisasi produksi, pengendalian biaya, serta penguatan daya saing di pasar global.
Public Expose ini menjadi momentum penting bagi investor dan pemangku kepentingan untuk memahami arah bisnis Andira Agro ke depan, sekaligus memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap kinerja Perseroan.
