Soroti Dampak MBG, KPI Kabupaten Tangerang Dorong Perlindungan Pedagang Kecil di Kongres Nasional VI KPI 2026
NARAFOKUS.COM, JAKARTA – Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Tangerang, Nahwiyah, bersama Ketua DKK Perempuan, Hajjah Dedi, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pelaku usaha kecil. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara dengan awak media saat menghadiri malam keakraban dalam rangkaian Kongres Nasional VI Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Gedung Asrama Haji Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Nahwiyah menyoroti bahwa implementasi program MBG di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil. Menurutnya, distribusi bahan pangan yang terserap untuk program tersebut berdampak pada ketersediaan barang di pasar tradisional.
“Di berbagai lokasi, kami menemukan adanya kesulitan dalam penanganan distribusi bahan. Jangan sampai kebijakan ini hanya menguntungkan pihak tertentu, sementara pelaku UMKM justru tidak mendapatkan akses yang adil,” ujar Nahwiyah.
Ia juga mengungkapkan adanya keluhan dari para pedagang kecil, termasuk pelaku usaha keluarga yang bergerak di bidang perdagangan ayam dan bahan pangan lainnya. Mereka mengaku kesulitan memperoleh stok barang karena sebagian besar telah diserap oleh kebutuhan program MBG.
“Keluhan ini nyata kami terima langsung dari pedagang pasar tradisional. Mereka kesulitan mendapatkan barang karena sudah diborong. Ini tentu berdampak pada keberlangsungan usaha kecil,” tambahnya.
Sementara itu, Hajjah Dedi selaku Ketua DKK Perempuan menegaskan bahwa tujuan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus tetap memperhatikan keseimbangan di sektor ekonomi rakyat kecil.
“Kami berharap ada solusi konkret. Program yang bertujuan menyejahterakan masyarakat jangan sampai justru berdampak negatif bagi pedagang kecil. Kesejahteraan itu harus dirasakan secara merata,” tegasnya.
Kehadiran KPI Kabupaten Tangerang dalam forum Kongres Nasional VI KPI 2026 ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi perempuan, khususnya dalam memperjuangkan keadilan ekonomi bagi pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Melalui momentum ini, KPI mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG agar lebih inklusif, berkeadilan, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
