Momentum Era Bersih, Robinson Napitupulu Serukan Komitmen Antikorupsi dalam Politik Nasional
NARAFOKUS.COM, JAKARTA — Robinson Napitupulu menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya momentum pembenahan moral dan integritas dalam kehidupan politik nasional. Ia mencontohkan sejumlah politisi dari Partai Demokrat yang pada masanya menjadi sorotan publik akibat kasus hukum dan kontroversi, sehingga berdampak pada citra partai dan elektabilitasnya dalam beberapa pemilu sejak 2014.
Menurut Robinson, dalam dinamika politik, figur-figur yang menimbulkan beban persepsi publik kerap “diistirahatkan” dari panggung politik demi meredam sentimen negatif masyarakat. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi politik untuk menjaga stabilitas dan keberlangsungan partai.
Namun demikian, Robinson menegaskan bahwa yang lebih penting dari sekadar strategi adalah perubahan nilai dan komitmen nyata terhadap integritas. “Saat ini adalah era bersih. Bersih dari praktik-praktik tercela yang merugikan rakyat dan mencederai kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh partai politik, termasuk Partai Golkar, harus mampu mengondisikan diri dan memulai dari internal masing-masing untuk menjaga integritas serta menjauhkan diri dari praktik korupsi. Menurutnya, pembenahan moral harus dimulai dari individu sebelum diperluas ke institusi.
“Jangan korupsi. Katakan tidak pada korupsi. Rakyat hari ini semakin menghadapi kesulitan hidup. Jangan sampai penderitaan mereka bertambah akibat perilaku koruptif para elit,” tegas Robinson Napitupulu.
Ia menilai bahwa korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanat rakyat dan cita-cita kemerdekaan bangsa. Karena itu, momentum perubahan nilai di tengah masyarakat harus dijadikan pijakan bersama untuk membangun politik yang lebih bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Robinson berharap seluruh elemen politik dapat menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam berkiprah, demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang kuat dan berkeadilan.
